Kegiatan Kokurikuler Project Roket Air SMP Ahmad Yani Batu
Dalam rangka mengembangkan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan kolaborasi peserta didik, SMP Ahmad Yani Batu menyelenggarakan kegiatan kokurikuler berupa Projek Roket Air setelah pelaksanaan ujian akhir semester. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa secara berkelompok. Melalui projek ini, siswa diajak untuk merancang, membuat, dan menguji roket air menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Sebelum proses pembuatan dimulai, siswa mendapatkan pengarahan mengenai konsep dasar roket air dan prinsip-prinsip IPA yang berkaitan dengan gaya dorong, tekanan udara, dan gerak benda. Dengan bimbingan guru, setiap kelompok merancang desain roket yang kreatif dan memperhatikan aspek keseimbangan, keamanan, serta performa terbang. Selama proses pengerjaan, siswa menunjukkan kemampuan bekerja sama, berbagi tugas, dan berkomunikasi secara efektif untuk menghasilkan roket terbaik.
Pada tanggal 13 Juni 2026, Puncak kegiatan dilaksanakan melalui sesi peluncuran roket air yang berlokasi di Lapangan Kota Wisata Tani yang berada di desa Temas Krajan. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mengatur volume air, sudut peluncuran, dan strategi terbaik agar roket dapat meluncur mendekati titik target yang telah ditentukan. Selain menampilkan hasil karya mereka, siswa juga mempresentasikan proses pembuatan, kendala yang dihadapi, serta evaluasi hasil peluncuran. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari ke dalam praktik nyata.
Bapak Mohlisin, M.Pd sebagai koordinator projek sains roket air mengatakan bahwa, "Roket air ini salah satu tujuannya menumbuhkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, yang paling penting adalah menumbuhkan keterampilan ilmiah, sehingga siswa dengan projek sains ini bisa meriset atau meneliti data yang digunakan pada saat peluncuran dan mulai dari mendesain kemudian meluncurkan itu di tulis data yang masuk sayap ini kemudian plastisin ini yang di gunakan masanya berapa sayapnya berapa cm kemudian tekanan udara yang digunakan pada loncer ini juga di data sama siswa termasuk air yang digunakam berapa ml. Sehingga siswa bisa meriset kemudian siswa ini mendesain roketnya semenarik mungkin." Kegiatan kokurikuler ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat inovasi dan rasa ingin tahu siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi tantangan masa depan.